Jumat, 20 Juli 2012

perjalanan

Kita hidup seperti berjalan
Orang yang bersama kita kini adalah yang berjalan dengan irama langkah yang sama

Ada kalanya langkahmu melambat

Langkah mereka semakin cepat
Langkahnya melebar
Langkah kalian tersendat.



Ada kalanya berhenti sejenak
Memberi ruang untuk mengambil nafas

Kamis, 03 Mei 2012

satu, dua, dan seterusnya


Satu akan menggenapi, dua akan menghancurkan


nih kata-kata dikutip dari novel Filosofi Kopi milik Dee
Well, ini kalimat sedikit menggelitik udel saya. Hehe. *maaf, yang ini enggak bodong kok*
Sadar kan, ini semacam pengingat atas sifat dasar manusia-serakah
Sebenernya, banyak sih ungkapan yang bisa buat ngingetin, nyadarin, bahkan nyindir orang atas sifatnya yang satu ini.
Misalnya nih,
ampela tetangga lebih ijo dari ampela sendiri *eh  salah*
oke serius..
rumput tetangga lebih ijo dari rumput sendiri *iyalah, orang rumput kita kan abis kena cat merah*
dikasih hati, minta ampela *lele aja boleh? Saya gak suka jeroan*
masih kurang contohnya? Bikin sendiri boleh kok.

Gak muna, kadang saya jugak gitu kok. Makan rumput tetangga? Iya, sih. Eh, enggak. Fokus yik, fokus.
Gak muna, saya juga kadang serakah. Keunyuan orang sedunia malah saya ambil sendiri. Gak baik kan? Wkwk

Walaupun ini sifat dasar, tapi bukan berarti harus dibanggain, dipelihara, dilestarikan, diwariskan dan dipindahtangankan. Penyakit hati yang bahaya, yang bikin kita gak besrsyukur atas apa yang kita punya dan akhirnya malah minta lebih.
Padahal, sebenernya Tuhan sudah memberikan apa yang kita butuhkan. Bahkan lebih dari apa yang kita butuhkan.

Kita gak minta hidung aja udah dikasi. Pake lobang dua lagi. Masa mau minta tiga atau empat lobang? Dua lobang aja upilnya udah bisa jadi bahan kehebohan kalo dilempar ke temen.
Kita gak minta mata jugak udah dikasi sama Dia. Bisa liat banyak hal. Gak harus bisa matahin besi, daripada ntar semua orang jadi tukang las. Parah kan?
Mulailah bersyukur dari sekarang, apapun yang kita dapetin. Percayalah kalau Tuhan punya rencana terbaik buat kita semua.

ingat, satu menggenapi, dua atau lebih bisa menghancurkan. *serem*  

Melodi Kehidupan


Berbagai jenis lagu telah kumainkan.
Intronya selalu manis dengan mengharap reff yang indah, bahkan hingga akhir.
Namun kadang, aku dan mereka mengambil nada dasar yang berbeda.
Kadang tempoku terlalu cepat, kadang mereka terlalu lemah bermain
Kadang kuingin mainkan satu aliran musik, yang ia mainkan aliran musik lain
Tak jarang alunan lagu menjadi sumbang, tak dapat dinikmati.
Dan dengan segala pertimbangan, baiknya lagu ini diakhiri
Dua komposer yang tak sejalan, harus memikirkan pendengarnya.
juga memikirkan idealisme serta kemerdekaan bermusik.
Ku hanya menunggu komposer baru
Yang menggandengku ‘tuk mainkan melodi ini
Tak apa jika ada improvisasi
Tak apa jika berbeda instrumen
Asal berirama dan indah di telinga
Beri aku nada dasarmu,
Kita lantunkan melodi kehidupan..

Rabu, 21 Maret 2012

NYEPI Dalam Bayangan Otak yang Beratnya Kurang 5 ons

Pertama kalinya ke Bali dan pertama kalinya ngerasain nyepi di Bali. Mau tau rasanya? Rasanya tuh kaya meluncur  di langit ketujuh bersama ratusan paus akrobatis menuju rasi bintang paling manis *korban iklan*

Oke. Let me describe apa yang ada di otakku tentang nyepi sebelum bener-bener mengalaminya.

Sabtu, 10 Maret 2012

Analogi Hati

Rest area selalu ada di tengah jalan tol, juga by pass.  Dia terlihat menggoda buat mereka yang lelah melakukan perjalanan jauh.

Rest area terkadang memang membuat pengunjung merasa ada di rumah, tapi setelah itu pengunjung  merasakan bahwa tempat itu kurang cukup sebagai untuk dikatakan sebagai rumah dan menggantikan fungsi rumah. 
Tak jarang, mereka membandingkan dengan rumah mereka atau bahkan membandingkan dengan hotel.

Selasa, 28 Februari 2012

Asa sang Pemuja




Kau mungkin hanya rembulan tak berpendar
Terang temaram di tengah  luapan cahaya bintang
Tapi bagiku..
Kau kilau yang membius
Dalam gemerlap  yang menghunus ..

Hati ini pun kini buta,
Bukan oleh gulita..

Sabtu, 19 November 2011

Mathaleven :DD



Sepintas ini kaya merk odol ato merk semen gitu ya. Padahal bukan. Tapi ini better daripada nama sebelumnya MATHALAS. Secara etimologi mathalas terdiri dari dua kata yakni math dan alas. Math artinya matematika dan alas artinya hutan jadi mathalas artinya orang hutan yang suka matematika. Haha (yang bikin nama udah mulai asah clurit *kabuuur* )

Awalnya aku kira ini kelas isinya penghuni kuburan semua, weird gitu wes. Pada dieem semua. Padahal aku sama galuh tuh orangnya rame dan gila (no, no, aku pendiam *anak-anak pada ngejar sambil ngacungin samurai*) . tapi lama kelamaan kita pada akrab dan kedok kami -anak MATEMATIKA A 2011 universitas brawijaya yang memiliki NIM ganjil ini- pun terbongkar. Mungkin bawaan NIM ganjil ini bikin kelakuan kita ganjil atau karena Tuhan tau tingkah ganjil kita makanya kita dikasi NIM ganjil dan dimasukin di satu tempat biar gak meracuni anak baik-baik lainnya *ngenes*

Apapun itu, rencana indah Allah yang mempertemukan kita semua. 47 orang binal yang berniat menuntut ilmu di sini.

New beginning of beautiful life (part 2)

gila ya aku serius bikin ini cerita jadi panjang. okeh, lanjuut

Dan selama masa penggalauan itu aku berusaha keras gimana caranya gak ada orang yang tahu kabar ini. Gak tau kenapa aku takut kalo ternyata gak tak ambil.

Dan hari pengambilan keputusan pun datang. Akhirnya diambil. Toh Cuma setaun jugak kan. Padahal udah kerasan banget di Matematika UB. Udah kerasan sama gilanya dan binalnya anak-anak kelas matematika A, kerasan sama temen-temen MASTER, haus(?) akan hujatan anak-anak instrumentasi, suka sama suasana Universitas Brawijaya terutama lingkungan fakultas mipa. Hell yeah mau tak mau ya harus mau. Pasti ada yang harus dikorbankan.



Aku minta maaf kalo aku ada salah(banyak woy!!) haha

Maaf atas kehebohan gak jelas yang udah aku bikin, maaf atas kericuhan hiperbolis yang aku timbulkan, maaf atas suara cempreng membahana yang keluar dari mulutku (yang ini emang ganggu banget), maaf jugak buat yang pernnah hampir ketabrak pas aku buru-buru sambil lari (sumpah yang ini hiperbolis)

New Beginning of Beautiful Life (part 1)

Kayak judul lagu ya? Iya lagunya Maliq and D’essentials, tapi disini akui bukan mau posting lirik lagu mereka kok.

Yeah, jadi gini..


Ayik kan (alhamdulillah) keterima STAN dan penempatannya tuh di Denpasar, Bali. Dan biar postingan kali ini panjang, aku mau ceritain kronologinya.

Jadi selama ini aku ikutan tes STAN secara diam-diam. Kalo ada yang tau ya udah kalo emang gak tau ya biar pada gak tahu aja. Sejatinya sih aku gak terlalu berharap yaa..

Tapi-tapi ibu kayak ngebet banget aku masuk STAN dan berkecipuk, eh berkecimpung di dunia lain, dunia accounting maksudnya.


Rangkaian tes demi tes aku jalani dan gak kerasa udah sampe tahap akhir, which is assessment test/wawancara. Menurut pengumuman sih katanya hasil finalnya bakal diumumin tanggal 17 november 2011. Yaudah tinggal nunggu pengumuman. Selama ini sih gak kepikiran gimana-gimananya. Yang ada di pikiran tuh kalo emang keterima mungkin bakal pendidikan di Malang (secara aku daftarnya di Malang) atau paling gak di Bintaro kayak yang D3.

Jumat, 28 Oktober 2011

pameeerrr :p

Mau pamer mau pamer, ini ini tugas akhir master camp ku. Gak tau kenapa kok pengen di share di over my head pula. Hahaha. Enjoy it

Satu Master Sejuta Rasa,MASTER CAMP

Ini harus pakai tinta biru? Apa boleh warna-warni? Lupakan. Gunakan tinta hitam lebih baik. Akhir pekan lalu, maba master baru saja melaksanakan salah rangkaian acara Master generation 2011 yakni Master Camp. Acara yang mengambil tempat di camping ground wisata Coban Rais, Batu, Jawa Timur.

The Best One, E-one

29041993-12102011

Time passes by, direction unknown.
You’ve left us now, but we’re not alone
We always knew that it'd come to this
And it's quite alright
And goodbye for now
Just look up to the stars
And believe who you are
Cause it's quite alright
And so long, goodbye
Sum 41- So Long Goodbye

Rabu, 24 Agustus 2011

Say no to GALAU

Emang udah dari sananya, orang patah hati bawaannya pasti galau, menye-menye, serba mellow dan merasa bahwa dirinya adalah orang TER-sengsara di dunia. Gak semangat ngapa-ngapain, makan gak enak, tidur gak nyenyak, bau badan gak enak (gara-gara pada males mandi) dan gak jarang ada yang berfikiran buat mengakhiri hidup. Hahaha. Tapi percaya deh suatu saat nanti kalian pasti akan menertawakan masa galau kalian. Kita semua tau kalo segala sesuatu butuh proses. Tapi plis deh jangan

PATROL

Seminggu ini saban habis isya di depan rumah rame banget. Para lelaki segala usia di RT deket rumah lagi getol-getolnya latihan patrol. Iyaa, semacam tabuh-tabuhan buat bangunin orang sahur. Mungkin dalam rangka menyambut bulan ramadhan dan menjelang ulang tahun kemerdekaan RI diadakan lomba patrol di kelurahan atau RW -saya kurang tahu-. Satu pekan yang cukup mengganggu kami sekeluarga. Selain karena tempat latihannya cuma sekitar 10 meter dari depan rumah -maklum, kampung rumahnya kan dempetan- juga karena kelarnya diatas jam 11 malem. Flu yang sedang

BERPIKIR DEWASA!

Beberapa waktu yang lalu pernah ada cewek yang relatif lebih muda dari saya #iyee,ane emang udah tua. Dia ngelabrak saya, gak tau ngelabrak apa enggak. Dia sih ngomong lewat sms dan saya gak tau itu intonasinya gimana. Tapi kayaknya kalo dia ada di depan saya, mungkin dia akan ngomong dengan nada tinggi-yang melebihi tinggi saya,ya iyalah ane kan pendek-. Dan yang membuat saya berpikir tuh di kalimat terakhir dia bilang
”berpikir dewasa”

Disitu saya sempat tertegun selama

PERUBAHAN


Merasa familiar dengan kata diatas? iyee judul albumnya d’masiv #pletak

Tapi disini bukan itu yang mauu aku omongin. Pernah gak sih mengalami perubahan? Entah memang tekad dari diri sendiri atau emang DIPAKSA-dengan pasrah,musti nurut-buat ngalami perubahan. Gak heran sih ya, tiap detik pasti bakal ada perubahan. Yah, secara kita nih pada dinamis gak mungkin statis gitu. Tapi honestly aku nih orangya gak suka perubahan dan apesnya saya selalu dihadapkan dengan perubahan. Paling benci deh sama perubahan apalagi ketika udah nemuin zona nyaman aku sendiri. Baik itu keadaan,lingkungan atau apapun yang udah bikin aku nyaman dan merasa bersahabat. Apa emang akunya yang gak bakat diajak susah gitu ya? Gak juga loh. Jangan salah.



Bayangin aja selepas TK aku ditaruh di SD yang emang deket rumah tapi aku gak punya teman disana. Trus pas udah nyaman 6 tahun sama mereka tiba-tiba disuruh nglanjutin di SMP